PURWAKARTA — Ada yang berbeda di hamparan sawah Kampung Cigosali, Desa Taringgullandeuh, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (29/8/2026). Di tengah aktivitas panen padi, seorang Babinsa ikut turun langsung memastikan pertanian berjalan dengan baik, sekaligus memantau kondisi saluran air.
Pelda Cecep, Babinsa Desa Taringgullandeuh Koramil 1901/Wanayasa, melaksanakan pendampingan ketahanan pangan (Hanpangan) bersama Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya 3. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 10.45 WIB.
Poktan Tani Jaya 3 yang diketuai Olih dan didampingi penyuluh pertanian Nana S itu memiliki 25 anggota. Kelompok tani tersebut mengelola lahan padi di Kampung Cigosali RT 08/RW 03 dengan luas lahan sekitar 2, 5 hektare.
Tanaman padi yang dipanen saat pendampingan tersebut telah berusia sekitar 90 hari. Pelaksanaan panen menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah binaan.
Selain mendampingi proses panen, Pelda Cecep bersama anggota kelompok tani melakukan pemantauan terhadap saluran air. Pengawasan dilakukan agar kondisi lahan tetap sesuai kebutuhan tanaman dan tidak mengalami kelebihan air ketika memasuki tahapan penanaman berikutnya.
Babinsa dan kelompok tani juga melaksanakan kontrol langsung terhadap kondisi pertanian di lapangan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara aparat kewilayahan dan petani dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian.
Danramil 1901/Wanayasa Kapten Arm Bambang Priambodo mengatakan, pendampingan pertanian merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan di wilayah.
“Pendampingan Babinsa di lapangan diharapkan dapat membantu petani dalam memantau kondisi tanaman, pengairan, hingga proses panen. Sinergi dengan kelompok tani penting untuk menjaga produktivitas pertanian, ” ujar Kapten Arm Bambang Priambodo.
Sementara itu, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arhanud Fredy Jaguar, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk nyata kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya dilakukan saat panen, tetapi juga mencakup pemantauan kondisi lahan dan berbagai kebutuhan petani di wilayah binaan.
“Babinsa harus hadir dan mengetahui secara langsung kondisi pertanian masyarakat di wilayahnya. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik bersama kelompok tani, berbagai kendala di lapangan dapat lebih cepat diketahui, ” katanya.
Pendampingan tersebut turut menjadi perhatian Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., serta Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah.
Dari kegiatan tersebut, target lahan yang menjadi sasaran mencapai 2, 5 hektare, sementara data pendampingan mencatat lahan yang telah diolah mencapai 5 hektare. Adapun lahan yang belum diolah tercatat nihil dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan di tengah hamparan sawah itu pun menunjukkan bahwa menjaga ketahanan pangan bukan hanya soal menanam dan memanen. Saluran air pun harus diawasi, karena terkadang persoalan besar di sawah justru dimulai dari air yang terlalu banyak.(PERS)

Umay Komara